Chapter 1
Human’s side
Ini cerita tentang buku,buku dari hidup orang ya bodoh,kisah
hidupnya yang penuh kebodohan serta kesalahan yang tidak bisa diperbaiki
lagi,kami yang bodoh,ya itu kami,diriku dan temanku yang selalu di dalam
cermin.
Temanku ku beri nama Law,ya dia hukum bagiku dia selalu
benar dimataku dia yang paling kuat,menantang dunia dengan taring keganasan,dia
selalu memimpinku saat aku berada di lingkungan yang tak aku kenal.
Aku hanya manusia tidak sebanding dengan Law yang secara sah
adalah seorang iblis yang menjaga manusia yaitu aku.ia selalu membimbingku
supaya tidak takut dengan dunia dan selalu mengangkat kepalakku.
Iblis yang selalu membimbingku ini,selalu yang merasakan
sakit,duka dan kehilangan,aku sebenarnya takut ia merasakan hal itu tapi aku
takut diriku yang merasakan hal itu.diriku yang bodoh dan temanku yang selalu
berada di depanku.maafkan aku....
Ya aku hanyalah seorang manusia....
Tak akan ku lupakan hariku bersamamu iblis temanku,hari
dimana aku merasakan senang,bahagia dan bahkan cinta,tapi aku tidak pernah
merasakan apa itu sedih,duka dan kehilangan bahkan disaat cinta di dadaku ini
telah pergi...
Apakah aku seorang manusia?
Hari dimana aku bertemu denganmu temanku,adalah hari dimana
aku merasakan sedih,aku menangis dikarenakan sebuah diskriminasi oleh ajaran
yang membangun dunia ini,semua mahluk sudah melihatku dengan tatapan
menjijikkan tapi disaat itu hanya kau yang mengulurkan tangan untukku dan
berkata membalas dendam itu lebih manis daripada gula.
The wild one itulah kau,membimbingku untuk kembali ke sumber
kesedihanku dan menghancurkannya membuat semua mahluk yang menatapku dengan
menjijikkan menjadi tatapan ketakukan,disaat itu aku dikenal dengan Law.
Membalas dendam hanya untuk manusia yang bodoh...
Tapi disaat itu aku tertawa dengan keras walaupun sambil
menangis,kau bilang hanya seorang pemenang yang akan tertawa dan terawalah itu
tanda kau menang dan kau hidup,walaupun tubuhmu dan hatimu hancur,teruslah
tertawa dan tersenyum karena itu bukti dari hidup.
Tertawa itulah hidup
Aku mendapatkan hidupku saat itu bukan disaat aku
dilahirkan,bukan disaat aku dibesarkan tapi disaat aku berhasil membalaskan
dendam,roh kehidupan temanku masuk kedalam diriku dan membimbingku hingga
kini,kuharap ini akan bertahan selamanya.
Hingga aku jatuh cinta...
Aku terjatuh dari langit dan menghantam rumahmu melihatmu
yang tanpa hidup memandang langit dengan tatapan kosong,sambil mengengam buku
yang kumal,kulihat angin membelai rambutmu yang hitam.
Aku seperti melihat diriku yang dulu,yang butuh tangan untuk
menarikku keluar dari kehampaan ini,jadi ku ulurkan tanganku untukmu demi
dendam pada diriku yang dulu,apakah kau akan menerima tanganku?
Tatapan kosong itu lagi,ia berkata apa yang ingin kau
ketahui? Aku mengetahui segalanya di dunia ini tapi aku bukanlah Tuhan aku
hanya seorang putri yang terjebak di menara ilmu pengetahuan demi menjaga
pengetahuan ini.
Aku pun bertanya apa yang kau tidak tahu?,apa yang kau
inginkan?
Dan menariknya keluar dari penjara ini memulai melihat dunia
dengan mata kepalanya sendiri bukan dari buku yang ia baca tiap hari,tiap
detiknya.
Aku selalu berada disampingmu dan selalu dipihakmu walapun
Tuhan tidak mengijinkanmu keluar dari menara ini.
Tapi disaat itulah aku melihat mata manusia memandang
kami,tidak sebagai manusia tapi adalah hal yang menelanggar aturan Tuhan mereka
Mengatasnamakan Tuhan mereka,menolak kami dengan
keras,tapi.......
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar